Rudi's Blog

ruditamaela23b102.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Bahan Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Artikel. Tampilkan semua postingan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT)Marwan Jafar optimis meningkatnya industri kreatif juga akan meningkatkan ekonomi pedesaan karena banyak komoditas industri kreatif yang diproduksi oleh industri rumahan di desa-desa.
Produk industri kreatif yang saat ini cukup disukai dan diterima pasar dalam dan luar negeri diantaranya adalah batik, ukir, bordir, perhiasan emas perak, kaligrafi, aksesoris, produk kulit tas sepatu jaket, dan makanan ringan.
Produk-produk tersebut rata-rata dibuat oleh home industry yang ada di desa-desa di berbagai pelosok tanah air.

"Hasil kreatifitas perajin desa ternyata makin diterima oleh konsumen domestik dan global, ini adalah potensi besar yang tidak boleh disia-siakan, tentu harus terus kita kembangkan supaya perekonomian desa makin berkembang maju" kata Menteri Marwan dalam pernyataannya, Minggu(8/2/2015).
Desa-desa tersebut memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang produktif dan berdaya saing. "Hasil kreativitas perajin desa ternyata makin diterima oleh konsumen domestik dan global, ini adalah potensi besar yang tidak boleh disia-siakan, tentu harus terus kita kembangkan supaya perekonomian desa  makin berkembang maju," katanya.Ia mengatakan dukungan bagi pengembangan industri kreatif pedesaan dapat disinergikan dengan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta dapat didanai dari dana desa yang diberikan pemerintah pusat dan bantuan daerah.

Perkembangan industri kreatif di tanah air saat ini cukup pesat. Data statistik menunjukkan kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2013 sebesar 6,9 persen, tahun 2014 menjadi 7,6 persen dan tahun ini diperkirakan 8-9 persen.
Menurut Marwan, hampir di seluruh daerah terdapat desa-desa yang memiliki kegiatan ekonomi kreatif. Seperti desa bordir di Tasikmalaya, Jawa Barat, desa kain songket di Bukittinggi, Sumatera Barat, desa tenun di Wajo, Sulawesi Selatan, dan lainnya.
Desa-desa tersebut memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang produktif dan berdaya saing. "Dukungan bagi pengembangan industri kreatif perdesaan dapat disinergikan dengan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), juga dapat didanai dari dana desa yang diberikan pemerintah pusat dan bantuan daerah," imbuh dia.

Sumber ;
http://www.antaranews.com/berita/478760/marwan-jafar-industri-kreatif-tingkatkan-ekonomi-desa
http://m.tribunnews.com/nasional/2015/02/08/menteri-marwan-yakin-industri-kreatif-tingkatkan-ekonomi-desa
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/02/08/njfxqm-marwan-industri-kreatif-mampu-tingkatkan-perekonomian-desa
http://www.bijaks.net/news/article/4-92411/menteri-marwan-industri-kreatif-tingkatkan-ekonomi-desa
http://www.faktual.co/1527/marwan-jafar-industri-kreatif-tingkatkan-ekonomi-desa/
Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah. Sebab, daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan realisasi pasar bebas di Asia Tenggara yang telah dilakukan secara bertahap mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antar negara ASEAN. Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Hal-hal tersebut tentunya dapat berakibat positif atau negative bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu dari sisi pemerintah juga dilakukan strategi dan langkah-langkah agar Indonesia siap dan dapat memanfaatkan momentum MEA.


Terdapat empat hal yang akan menjadi fokus MEA pada tahun 2015 yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia. Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil;  terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen; mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan sistem Double Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi. 

Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.


Berdasarkan ASEAN Economic Blueprint, MEA menjadi sangat dibutuhkan untuk memperkecil kesenjangan antara negara-negara ASEAN dalam hal pertumbuhan perekonomian dengan meningkatkan ketergantungan anggota-anggota didalamnya. MEA dapat mengembangkan konsep meta-nasional dalam rantai suplai makanan, dan menghasilkan blok perdagangan tunggal yang dapat menangani dan bernegosiasi dengan eksportir dan importir non-ASEAN.
Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008). Dalam hal ini competition risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri.

Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/585426-jurus-kementerian-perdagangan-hadapi-mea-2019
http://www.fiskal.depkeu.go.id/2010/edef-konten-view.asp?id=20150121190607015674933
http://crmsindonesia.org/node/624.
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia
http://www.kontan.co.id/topik/pasar-bebas-asean-mea
Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Struktur pasar dibagi menjadi 2 yaitu : Pasar persaingan sempurna dan Pasar persaingan tidak sempurna.

Pasar persaingan sempurna adalah Jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Stigler (1957) dan McNulty (1968) selanjutnya memberikan kontribusi pada evolusi pengertian persaingan. Pada pasar persaingan sempurna tidak diperlukan strategic interaction karena harga pasar merupakan rujukan untuk kegiatan operasional yang mereka harus lakukan. Pada pasar persaingan (competitive market), pesaing dan sumberdaya dapat masuk dan keluar pasar tampa hambatan.


Pada pasar persaingan sempurna, strategi efisiensi untuk menghasilkan produk dengan biaya relatif murah (lower cost) menjadi strategi yang umum dilakukan oleh perusahaan untuk bersaing atau merintis ekspansi di dalam jangka panjang. Kondisi ini yang menjadi elaborasi definisi pertama konsep  persaingan yang menjamin terwujudnya efisiensi perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang untuk mendapatkan laba maksimum. Jika suatu perusahaan tidak mampu bekerja efisien sehingga biaya rata-rata diatas Pe maka perusahaan berpotensi untuk bangkrut atau exit dari pasar. Perusahaan yang mampu efisien di dalam jangka panjang atau bekerja pada skala ekonomis (economies of scale) akan sekaligus menciptakan hambatan (barrier) bagi perusahaan baru (new entrants) untuk masuk pasar. Asumsi yang digunakan pada kondisi ini adalah sifat produk yang homogin atau standard. Dari perspektif sosial, akibat yang ditimbulkan dari praktek persaingan pada pasar persaingan (competitive market) adalah terwujudnya efisiensi dengan indikasi harga produk relatif murah sehingga memunculkan kesejahteraan social dengan indikasi diperolehnya surplus konsumen (consumer surplus) sebesar AEPe dan surplus produsen (producer surplus) sebesar PeEB

Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah :
  • Perusahaan adalah pengambil harga
  • Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
  • Menghasilkan barang serupa
  • Terdapat banyak perusahaan di pasar
  • Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar


Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar yang lainnya antara lain :
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
a. Efisiensi produktif 
b. Efisiensi Alokatif

Kebebasan bertindak dan memilih

Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan antara lain :

a. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
b. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya social
c. Membatasi pilihan konsumen
d. Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
e. Distribusi pendapatn tidak selalu merata

Sumber : 
http://www.slideshare.net/alifasya/struktur-pasar-dan-peran-pasar-dalam-perekonomian-hew-hew
http://giovannisaragih.blogspot.com/2013/04/pasar-persaingan-sempurna-dan-daya.html
https://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-pasar-persaingan-sempurna/
https://www.academia.edu/9775712/Makalah_ekonomi_Pasar_Persaingan_pasar_industri
https://www.digilib.unila.ac.id/993/8/BAB%20II.pdf
Ciri keterkaitan yang khas pada pasar oligopoli adalah kebijakan penurunan harga barang oleh suatu perusahaan cenderung akan diikuti oleh perusahaan lannnya. Hal ini tidak terjadi ketika perusahaan lainnya menaikkan harga barannya. Contoh pasar oligopoli antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industri baja, industri rokok, dan industri sabun mandi. Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoli banyak dijumpai karena didukung oleh teknologi yang sangat modern. Teknologi modern akan memberikan efisiensi yang sangat optimum ketika jumlah produksi mencapai jumlah yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan jumlah perusahaan yang terlibat dalam pasar oligopoli menjadi sangat sedikit.

Ciri-ciri pasar oligopoli di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Perusahaan menghasilkan barang standar dan barang dengan jenis/corak beragam. 
  2. Promosi melalui iklan secara terus-menerus. 
  3. Hanya terdapat sedikit penjual, biasanya antara tiga  sampai dengan sepuluh yang menjual produk substitusi. Pasar oligopoli mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas silang atau cross elasticity of demand yang relatif  tinggi.
  4. Pada pasar oligopoli terdapat rintangan yang menyebabkan perusahaan lain sulit memasukinya. Hal ini karena perusahaan yang ada dalam pasar hanya sedikit.
  5. Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain. kekuatan harga tergantung pada cara harga itu ditentukan. 


Struktur pasar ada karena adanya beberapa unsur penting yaitu :
  • Differensiasi produk
  • Hambatan masuk pasar suatu industri
  • Struktur biaya
  • Campurtangan pemerintah
  • Konsentrasi -> effisiensi -> inovasi


Struktur pasar mempunyai pengaruh yang besar terhadap prilaku dan kinerja industri. konsentrasi suatu industri merupakan gambaran dari suatu perusahaan . Contoh : adanya oligopoli yang kuat dalam struktur pasar karena menguasai 60% dari pangsa pasar . Hambatan masukna suatu perusahaan dalam suatu industri dilihat dari kemampuan suatu perusahaan dalam memainkan harga. hambatan-2 tersebut dapat berupa hambatan yang besar , menengah , dan kecil. Campur tangan pemerintah dalam struktur pasar di berkenankan hanya sebagai dorongan bagi para produsen.
Kebijakan Mengatur oligopoli
Pada prakteknya, pasar oligopoli memiliki kebaikan sebagai berikut :
  1. Adanya efisiensi dalam menjalankan kegiatan produksi
  2. Persaingan di antara perusahaan akan memberikan keuntungan bagi konsumen dalam hal harga dan kualitas barang.

Selain menawarkan keunggulan, pasar oligopoli juga memiliki kelemahan, yaitu :

  1. Dibutuhkan investasi dan modal yang besar untuk memasuki pasar, karena adanya skala ekonomis yang telah diciptakan pemain lama sehingga sulit bagi pesaing baru untuk masuk ke dalam pasar.
  2. Pemain lama bisa mendaftarkan produknya sehingga memiliki hak paten yang menghalangi perusahaan lain untuk memproduksi barang sejenis.
  3. Perusahaan yang telah memiliki pelanggan setia akan menyulitkan perusahaan lain untuk menyainginya
  4. Adanya hambatan jangka panjang seperti pemberian hak waralaba oleh pemerintah sehingga perusahaan lain tidak bisa memasuki pasar
  5. Adanya kemungkinan terjadinya kolusi antara perusahaan di pasar yang dapat membentukmonopoli atau kartel yang merugikan masyarakat.
Sumber :

http://www.pdfseeker.net/pdf/jurnal-internasional-pasar-oligopoli.html
http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/pengertian-fungsi-jenis-pasar/pengertian-ciri-ciri-pasar-oligopoli/
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://dosenfeums.blogspot.com/2012/12/jurnal-pasar-oligopoli-di-indonesia.html
http://www.slideshare.net/efvolutionzunior/pasar-oligopoli-11575650
Ekonomi Industri adalah cabang dari ekonomi mikro yang mempelajari keterkaitan antara struktur industri, perilaku industri dan kinerja industri. Sedangkan Industri (mikro) merupakan kumpulan perusahaan yg menghasilkan brg homogen, atau brg yg mempunyai sifat saling mengganti yg sangat erat. (Hasibuan,1993,12) dan Industri (makro) dari sisi pembentukan pendapatan ,industri diartikan sebagai kegiatan ekonomi yg menciptakan nilai tambah. Persoalan utama yang dibahas dalam ekonomi Industri adalah berkaitan dengan perilaku perusahaan industri didalam bersaing.Ilmu ekonomi industri mempelajari berbagai kebijaksanaan perusahaan terhadap pesaing dan pelanggan yang berada di dlm pasar, dan keadaan industri yg bersaing dan industri yg kurang bersaing.


Ekonomi industri juga memberikan wawasan ke dalam bagaimana perusahaan mengatur kegiatan mereka, serta mempertimbangkan motivasi mereka. Dalam banyak program mikro maksimalisasi keuntungan diambil seperti yang diberikan, tetapi banyak program ekonomi industri memeriksa tujuan alternatif, seperti mencoba untuk meningkatkan pangsa pasar. Ketika menganalisis pengambilan keputusan di tingkat perusahaan individu dan industri, Ekonomi Industri membantu kita memahami masalah-masalah seperti: 
  • Tingkat di mana kapasitas, output dan harga ditetapkan; 
  • Sejauh produk dibedakan dari satu sama lain; 
  • Berapa banyak perusahaan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan (R & D)
  • Bagaimana dan mengapa perusahaan beriklan 


Salah satu masalah utama di bidang ekonomi industri menilai apakah pasar kompetitif. Pasar kompetitif biasanya baik bagi konsumen (meskipun mereka mungkin tidak selalu layak) sehingga program yang paling ekonomi industri meliputi analisis bagaimana mengukur tingkat persaingan di pasar. Kemudian mempertimbangkan apakah peraturan yang diperlukan, dan jika demikian bentuk itu harus mengambil. Ada lagi dimensi internasional ini, sebagai perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara akan menghadapi rezim peraturan yang berbeda. 

Ekonomi industri menggunakan model teoritis untuk memahami pengambilan keputusan perusahaan dan peraturan, dan siswa harus mengharapkan untuk menggunakan diagram dan mungkin beberapa model matematika dasar, termasuk teori permainan. Selain itu, peneliti sering mengembangkan model statistik empiris untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang menarik: misalnya untuk memahami hubungan antara harga produk, iklan dan keuntungan. Sementara sebagian besar program tidak akan mengharuskan mahasiswa untuk melakukan analisis empiris mereka sendiri (yang tersisa untuk kursus ekonometri) memahami dan menafsirkan hasil empiris merupakan keterampilan penting. 

Ada beberapa alasan penting mengapa ekonomi industri umumnya adalah organisasi industri khususnya semakin penting untuk dipelajari baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang, karena :
  • Praktek-praktek struktur pasar yang semakin terkonsentrasi dalam kegiatan bisnis dan telah dikenal sejak lama
  • Semakin tinggi konsentrasi industri cenderung mengurangi persaingan antara perusahaan yang kemudian membawa prilaku yang kurang effisien ( melalui pembatasan masuk pasar )
  • Konsentrasi industri yang tinggi membawa konsentrasi kekayaan yang melemahkan usaha-usaha pemerataan baik dilihat dari pemerataan pendapatan, kesempatan kerja maupun kesempatan berusaha.
  • Kaitan strutur industri dengan penyelesaian masalah ekonomi membawa lebih jauh intervensi pemerintah.
  • Kajian tentang struktur pasar, prilaku dan kinerja industri tidak terlepas dari masalah apa yang diproduksi, bagaimana, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.


Sumber :
https://ismailrasulong.wordpress.com/ekonomi-pembangunan-ii/ekonomi-industri/
http://agussiswoyo.net/ekonomi/pengertian-industri-secara-umum-arti-luas-dan-arti-sempit-industri/
http://www.oocities.org/hri_d/MataKuliah/industri.html
http://studyingeconomics.ac.uk/industrial-economics/
http://materikuliahuvayabjb.blogspot.com/2012/04/ekonomi-industri.html

Previous PostPostingan Lama Beranda